Buat Kerajinan

10.jpg

Buat Kerajinan

Beruntung dengan dukungan pemerintah daerah dan Baznas seiring dengan dukungan beberapa warga yang memahami penderitaan Rosani,
Ratih berhasil mengumpulkan uang Rp 2 juta dan tiket ke Jakarta dibeli oleh pemerintah daerah dan Baznas. Setelah 20 hari
Karena sedang dirawat di Rumah Sakit AL Tarakan, Rosani pergi ke Jakarta. Saat ini, Rosani sudah merasakan sakit di punggung dan kanan
Kaki itu sering bengkak dan panas. Namun sang ibu percaya bahwa sejak Rosani lelah dengan aktivitas yang diikuti. Tinggal di
Keluarga yang mudah dan orang tua tunggal Rosani perlu pindah dari orang tua untuk bergabung dengan saudaranya untuk kuliah. Hidup dari
Dengan mengandalkan gaji suami dan kue sebagai penjaga keamanan, tentu saja, membuat Ratih harus berjuang untuk mengumpulkan uang tunai demi kepentingannya
Perlakuan saudaranya. Padahal BPJS membiayai beberapa terapi ini, biaya transportasi Tarakan – Jakarta dan juga biayanya
Tinggal di dana yang tidak sederhana, membuat siswa aktif dalam berbagai kegiatan di perguruan tinggi yang dibutuhkan untuk berpartisipasi
Untuk menghasilkan uang Ratih menarik Rosani kembali ke Tarakan dengan memanfaatkan BPJS, untuk dibawa ke rumah sakit. Dari hasil tes tersebut,
Dokter mencatat bahwa Rosani mengalami kanker payudara stadium 4. Keterbatasan peralatan membuat perawatan Rosani perlu dilakukan
Tampil di jakarta Rosani tinggal bersama ibunya sampai dia kuliah di SMAN 1 Dondo dua kali. Di SMA, Rosane
Masih mahasiswa yang energik. Dia mengikuti dari menjadi administrator oasis dan kegiatan pramuka ekstrakurikuler, mengemas bra ke
Beberapa kegiatan olahraga di perguruan tinggi. Kondisi Rosani semakin parah, saat ditangani di Rumah Sakit Angkatan Laut. Penderitaan menawarkan setiap
Kedua, Rosani merasakan sakit dan rasa sakit karena kehangatan dan sebagian besar tulang di paha kanannya. “Bantuan tiket dari pemerintah daerah dan
Baznas serta warga. Uang itu apa yang biasa dikunjungi Jakarta, “kata Ratih. Seiring dengan menyisihkan penjualan kue,
Ratih melakukan banyak upaya penggalangan dana dengan mengunjungi agen swasta dan pemerintah untuk membantu biaya adiknya
pengobatan. Jari-jarinya dengan sigap menempel yang serakah pada selembar es krim yang tertata rapi di tanah. Satu per satu
Dari tongkat es krim akan dibangun oleh Rossini (17) ke dalam berbagai jenis kerajinan seperti vas bunga, kotak tisu, dinding
Hiasan, dan barang kerajinan lainnya. “Dia kebalikan dari efek kemo seperti pusing, mual,” kata saudara awal Ratih Purwasih
Yang merawat Rossini. Kerajinan tersebut rencananya akan dipasarkan secara online untuk mendongkrak biaya biaya pengobatan yang harus dikeluarkan
Dilakukan “Saya sering membuat kerajinan tangan di perguruan tinggi. Nantinya perlu dijual secara online untuk meningkatkan biaya kemo,” katanya
Kamis (16/06/2017). Di Kota Tarakan, Rosani tinggal bersama kakaknya Ratih Purwasih saat bersekolah. Sedangkan suaminya sebagai pengaman
Penjaga, tidak cukup untuk mempertahankan nyawa mereka, saudara yang menjual kue itu, biar Ratih termasuk dua anak. Rosani punya
Telah dibuat untuk beralih menggabungkan ibunya, Cora, untuk melanjutkan sekolah menengah. Murid SMA yang terpaksa kuliah
Karena tangan sesekali semester sedang memijat pikirannya karena beberapa batang es krim yang ditempatkannya di tempat yang salah.
Sebanyak 7 kemoterapi yang harus dijalani bersama membuat kepalanya botak, dan beban tubuh turun sampai 20
Kilogram “Orangtua tidak mampu membelinya di desa pengobatan saja, mengurutkannya,” kata Ratih. Sampai tingkat berikutnya SMA
Semesternya, rumah truk kecil Rosani asal perguruan tinggi. Sejak saat itu rasa sakit di kakinya terasa sakit dan tulang belakang
Telah menjadi semakin banyak. Tidak mampu menarik Rosani untuk mencari dokter. BPJS di Rosani tidak bisa dimanfaatkan di Tolitoli. Nya
Perasaan tertekan tidak dilakukan bahkan oleh obat dukun, hari-hari sakit di tulang dan kehangatannya terasa pada hak Rossini.
Paha menjadi lebih dan lebih intens. Dorongannya bisa menaklukkan kanker kelenjar getah bening di tangan kanannya, kanker tulang, dan keganasan kiri
Tumor ovarium yang menggerogoti. Upaya pengobatan di kota Tarakan tidak semudah yang dibayangkan. Rosani pun menolak perawatan di Tarakan
Rumah Sakit Kota tanpa alasan. Beruntung, Rumah Sakit TNI AL Tarakan akan menampung Rosani. Tapi semangat untuk menyembuhkan kembali ke
Menghasilkan efek kemo seperti sakit perut, dan pusing, mual bisa dilalui Rosani. Bobotnya sudah mencapai 30 lbs.
Mulai dari truk

https://ayubjuragan.wixsite.com/website/single-post/2017/07/31/Membuat-kerajinan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s